Selama kurang lebih sepuluh tahun saya mengajar IPA dan kimia dasar, ada satu momen yang selalu berulang tiap tahun.
Saya menulis di papan tulis: Teori Atom Dalton.
Lalu beberapa wajah langsung berubah. Ada yang menatap kosong. Ada yang sudah siap bosan. Ada juga yang bertanya, “Pak, ini teori lama banget ya? Masih dipakai?”
Pertanyaan itu selalu jadi pintu masuk yang menarik.
Karena justru dari teori yang “tua” inilah cara berpikir ilmiah modern mulai dibangun dengan serius.
Mari kita rangkum dengan cara yang lebih manusiawi.
Siapa Itu Dalton dan Kenapa Ia Penting?
John Dalton adalah ilmuwan asal Inggris yang hidup pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19.
Ia bukan orang yang pertama kali membayangkan adanya atom, tapi ia yang pertama merumuskannya secara sistematis berdasarkan data eksperimen.
Sebelum Dalton, gagasan tentang atom lebih banyak bersifat filosofis. Setelah Dalton, atom mulai masuk ke laboratorium.
Dan itu perubahan besar.
Latar Belakang Munculnya Teori Atom Dalton
![]() |
| Materi Teori Atom Dalton |
Dalton mengamati bahwa unsur-unsur selalu bergabung dalam perbandingan massa yang tetap saat membentuk senyawa. Hukum ini dikenal sebagai hukum perbandingan tetap (yang sebelumnya dikemukakan oleh Proust).
Misalnya, air selalu terbentuk dari hidrogen dan oksigen dalam rasio tertentu. Tidak pernah tiba-tiba berubah sesuka hati.
Dari situ Dalton berpikir:
Kalau perbandingan massa selalu tetap, berarti ada unit dasar yang bergabung dalam jumlah tertentu. Unit itu tidak bisa dibagi lagi dalam reaksi kimia.
Unit itu adalah atom.
Sederhana. Tapi revolusioner.
Postulat-Postulat Teori Atom Dalton
Dalam buku teks biasanya ditulis dalam poin-poin kaku. Saya akan tulis ulang dengan bahasa yang lebih mengalir, seperti yang biasa saya jelaskan ke murid.
-
Semua materi tersusun atas partikel sangat kecil yang disebut atom.
Artinya, meja, udara, air, tubuh kita — semuanya tersusun dari unit kecil yang sama-sama disebut atom. -
Atom tidak dapat dibagi, diciptakan, atau dimusnahkan dalam reaksi kimia.
Dalam reaksi kimia, atom hanya mengalami penyusunan ulang. -
Atom-atom dari unsur yang sama memiliki massa dan sifat yang sama.
Atom oksigen ya oksigen semua. Atom karbon ya karbon semua. -
Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki massa dan sifat yang berbeda.
Ini menjelaskan kenapa sifat besi berbeda dari oksigen atau karbon. -
Senyawa terbentuk dari gabungan atom-atom unsur berbeda dalam perbandingan bilangan bulat sederhana.
Tidak ada angka pecahan aneh dalam rasio atom.
Kalau saya ringkas untuk siswa:
“Dalton percaya atom itu seperti bola pejal kecil yang solid dan tak bisa dibelah.”
Selesai.
Tapi tentu saja, sains tidak berhenti di situ.

