Untuk mencegah kebocoran, Soal UN 2013 dibuat sebanyak 20 paket yang berbeda dengan variasi yang dibedakan, selain itu dilengkapi Barcode. Dengan peraturan seperti ini, peluang untuk saling mencontek antar siswa pada Ujian Nasional (UN) tahun 2013 sangat kecil, begitu juga peluang terjadinya kebocoran soal dan kunci jawaban.
Pasalnya UN tahun ini, yakni adanya 20 soal berbeda untuk tiap kelas, sehingga tiap siswa mendapat soal berbeda. Sebanyak 13.848 siswa SMA/MA/SMK/SMALB di Klaten akan mengikuti UN yang diselenggarakan pada 15-18 Apirl 2013 mendatang.
Mereka berasal dari 89 sekolah, terdiri atas 31 sekolah negeri dan 58 sekolah swasta yang tersebar di 26 kecamatan.
''Panitia menyediakan 20 soal yang berbeda untuk mencegah contek-contekan. Kalau ada yang mendapatkan kunci jawaban pun tidak bisa dipakai, karena dia tidak tahu akan mendapat soal yang mana. Lagi pula, tiap soal ada barcode nya,'' tegas Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Klaten, Drs Wahono MPd, Selasa (9/4).
Untuk itu, satu-satunya cara agar mendapatkan nilai bagus dan lulus UN adalah belajar dengan baik, bukan mencari kunci jawaban. Tahun ini, lembar jawaban dibuat menyatu dengan lembar soal yang mempunyai barcode berbeda.
Sangat tidak mungkin untuk menukar dengan lembar jawaban lain.
''Mulai tahun ini, pihak Perguruan Tinggi (PT) dilibatkan dalam pelaksanaan UN. Rencananya, Sabtu (13/4) naskah UN diterima Dinas Pendidikan Klaten. Baru Minggu (14/4) didistribusikan ke Subrayon, dan Senin (15/4) pagi didistribusikan ke sekolah-sekolah dengan dikawal polisi, PT dan Disdik,'' jelas Wahono.
Menjelang UN, sekolah-sekolah sudah mulai menginput data hasil nilai ujian sekolah dan nilai-nilai lainnya yang akan mempengaruhi kelulusan siswa. Dengan demikian, panitai UN bisa fokus untuk melaksanaan UN dengan baik. Rencananya, UN susulan akan digelar pada 22-25 April.
Suara Merdeka
Pasalnya UN tahun ini, yakni adanya 20 soal berbeda untuk tiap kelas, sehingga tiap siswa mendapat soal berbeda. Sebanyak 13.848 siswa SMA/MA/SMK/SMALB di Klaten akan mengikuti UN yang diselenggarakan pada 15-18 Apirl 2013 mendatang.
Mereka berasal dari 89 sekolah, terdiri atas 31 sekolah negeri dan 58 sekolah swasta yang tersebar di 26 kecamatan.
''Panitia menyediakan 20 soal yang berbeda untuk mencegah contek-contekan. Kalau ada yang mendapatkan kunci jawaban pun tidak bisa dipakai, karena dia tidak tahu akan mendapat soal yang mana. Lagi pula, tiap soal ada barcode nya,'' tegas Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Klaten, Drs Wahono MPd, Selasa (9/4).
Untuk itu, satu-satunya cara agar mendapatkan nilai bagus dan lulus UN adalah belajar dengan baik, bukan mencari kunci jawaban. Tahun ini, lembar jawaban dibuat menyatu dengan lembar soal yang mempunyai barcode berbeda.
Sangat tidak mungkin untuk menukar dengan lembar jawaban lain.
''Mulai tahun ini, pihak Perguruan Tinggi (PT) dilibatkan dalam pelaksanaan UN. Rencananya, Sabtu (13/4) naskah UN diterima Dinas Pendidikan Klaten. Baru Minggu (14/4) didistribusikan ke Subrayon, dan Senin (15/4) pagi didistribusikan ke sekolah-sekolah dengan dikawal polisi, PT dan Disdik,'' jelas Wahono.
Menjelang UN, sekolah-sekolah sudah mulai menginput data hasil nilai ujian sekolah dan nilai-nilai lainnya yang akan mempengaruhi kelulusan siswa. Dengan demikian, panitai UN bisa fokus untuk melaksanaan UN dengan baik. Rencananya, UN susulan akan digelar pada 22-25 April.
Suara Merdeka